Hebat, Mahasiswa UMK Kudus Berhasil Buat Aplikasi Pengaduan Pungli

Mahasiswa UMK menunjukkan hasil karyanya ke pimpinan UMK Kudus
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Setelah sukses merancang alat pengering ikan (automatic fish dryer) dengan menggunakan tenaga angin untuk para nelayan di Kabupaten Pati beberapa pekan lalu, Kini mahasiswa UMK Kudus juga berhasil membuat Aplikasi Pengaduan Masyarakat (Alpukat).

Aplikasi Aplukat ini khusus untuk mengadukan terkait pungutan liar (pungli) di Kabupaten Kudus. Aplikasi tersebut dibuat oleh lima mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) yaitu, Arsya Yoga Pratama, Iman Ardhi Prabowo, Aditia Rasid Muflihatun Ni’mah dan Alifah Normassari.

Arsya Yoga Pratama, menjelaskan, gagasan membuat aplikasi Alpukat ini, terinspirasi dari banyaknya berita mengenai pungli di berbagai media massa, namun masyarakat sendiri tidak banyak yang tahu mau melaporkan ke mana atau siapa.

“Kajian untuk merancang aplikasi Alpukat ini mencapai satu bulan. Sementara proses membuat aplikasinya lebih kurang empat bulan lamanya,” katanya pada Rabu pagi (19/7/17).

Baca Juga : Hebat, Mahasiswa KKN Tematik Undip Sulap Limbah Sayur Jadi Starter Bioalami

Dalam proses membuat aplikasinya, kendala utama yang dihadapi yaitu sempat kesulitan mengenai perangkat komputer. “Untuk membuat aplikasi berbasis android, cukup kesulitas, karena perlu komputer dengan spesifikasi tinggi. Beruntung kami dapat pinjaman komputer dalam salah satu teman kuliah,” Iman Ardhi Prabowo menimpali.

Agar aplikasi ini bermanfaat, setelah final akan diserahkan ke pihak pihak kantor pemerintah Kabupaten Kudus, yang berwenang menerima laporan pengaduan dari masyarakat terkait pungli yang terjadi.

“Laporan melalui Alpukat ini, bisa disertai dengan gambar, audio maupun video sebagai bukti pelaporan pungli. Aplikasi ini dilengkapi Global Positioning System (GPS), untuk mengetahui posisi atau lokasi pungli secara akurat,’’ ujar mahasiswa program studi Sistem Informasi.

“Pelapor tidak perlu khawatir identitasnya diketahui orang lain, karena hanya pelapor dan admin saja yang mengetahui identitas pelapor,” lanjutnya dalam pembuatan aplikasi yang dibimbing oleh Andy Prasetyo Utomo S.Kom MT. (WA/RD/SM)
Google +

Admin sekitar muria

Terima Kasih sudah membaca artikel di SEKITARMURIA.COM silahkan tinggalkan komentar maupun like untuk masukan buat tim redaksi. Kami juga menerima tulisan dari pembaca, dengan cara kirim melalui email kami sekitarmuria@gmail.com jangan lupa share artikel ini.

0 komentar:

Post a Comment