Penjual Jagung Ini Pernah Keliling Berbagai Daerah di Indonesia

Mahfud, Penjual jagung rebus yang sering mangkal di depan SPBU Sengon Mayong Jepara
SEKITARMURIA.COM, JEPARA – Musim hujan selalu menjadi berkah bagi sebagian kalangan. Tak terkecuali para penjual jagung rebus. Seperti halnya mahfud, seorang penjual jagung rebus yang biasa mangkal di depan SPBU Sengon Mayong Jepara.

Mahfud mengaku berjualan jagung di daerah tersebut sejak satu bulan sebelum puasa. “Saya jualan di sini sejak ruwah (red, bulan sebelum puasa),” katanya. Sebelum memutuskan berjualan di SPBU Sengon Mayong Jepara. Ia mengaku sudah berjualan jagung rebus hampir di semua daerah yang ada di Indonesia.

Kali pertama Mahfud berjualan jagung rebus, ia mengaku diajak temannya dari Desa Sidigede Welahan, kemudian selang beberapa tahun ia memutuskan untuk berjualan jagung secara mandiri. “Saya berjualan jagung rebus sejak tahun-90-an,” tambahnya.

Sebelum memantabkan hati berjualan jagung rebus, ia sempat berjualan es dari berbagai macam. Mulai es kelapa muda, es teler, dll. “Berbagai macam es saya faham,” ujarnya pada jumuah sore (10/2/17). 

Sejak lulus dari dari SD (Baca: Sekolah Dasar) Mahfud tidak melanjutkan pendidikannya, ia lebih memilih merantau di luar daerah. “Saya sudah merantau sejak lulus SD,“ terangnya pada sekitarmuria.com

Sudah sekitar 25 tahun Mahfud berjualan jagung rebus, jatuh bangun dalam berjualan ia lalui dengan suka cita, ia merasa lebih cocok dengan jualan jagung rebus dibanding jualan yang lainnya. “Saya lebih senang jualan jagung rebus,” katanya.

Dalam sehari Mahfud mempu menjual jagung rebus sampai ratusan buah, ia mengaku lebih senang kalau kondisi saat musim hujan. “Kalau hujan saya buat sekitar 200, kalau panas 150 jagung,” katanya.

Kakek berusia 60 tahun ini menjual jagung rebusnya seharga Rp. 2000 perbuahnya. Namun jika pelanggannya membeli tiga buah, maka ia memberi bonus cukup membayar Rp. 5000. 

Setiap harinya Mahfud berjualan jagung di depan SPBU Sengon Mayong, tetapi terkadang juga di sebelah barat SPBU Sengon. Ia mulai membuka dagangannya sesuai kondisi alam. “Kalau hujan saya jualan pukul 11.00 WIB. Kalau panas pukul 14.00 WIB,” tandasnya. (WA/SM)
Google +

Admin sekitar muria

Terima Kasih sudah membaca artikel di SEKITARMURIA.COM silahkan tinggalkan komentar maupun like untuk masukan buat tim redaksi. Kami juga menerima tulisan dari pembaca, dengan cara kirim melalui email kami sekitarmuria@gmail.com jangan lupa share artikel ini.

0 komentar:

Post a Comment