Banyak Cara untuk Menyelamatkan Keluarga Kita

Bahagianya ketika melihat keharmonisan rumah tangga yang selalu terlihat senang dan bahagia setiap waktunya. Keceriaan suami istri, serta kelengkapan anak-anak yang selalu bersenda gurau untuk mengisi waktu luang saat bersama. Namun, semua angan itu sewaktu-waktu bisa berubah jika ada permasalahan yang tidak dapat diselesaikan. Seperti egoisnya seorang suami kepada istri, atau sebaliknya. Begitu juga dengan kelakuan anak-anak yang biasanya membuat ulah. Kejadian seperti ini biasanya mengantarkan pernikahan yang semula indah, harmonis dan terasa nyaman berubah menjadi suram. 

Permasalahan tersebut jangan sampai dibiarkan atau malah mengakar pada keluarga semata. Masalah keluarga dapat ditangani bahkan dihindari jika sudah paham mengenai luar-dalamnya keluarga sendiri. Seperti yang diuraikan Rebecca Hagelin dalam bukunya yang berjudul 30 Cara dalam 30 Hari Menyelamatkan Keluarga Anda.

Begitu banyaknya hal yang penting dan harus dibiasakan ketika sudah berkeluarga akan bernasib baik dalam perjalanan keluarga. Hal pertama yang dilakukan Rebecca untuk menyelamatkan keluarganya adalah dengan cara bertekad menghadapi pertarungan sehari-hari.

Sebagai ibu dari tiga anak, banyak sekali pertarungan dan tantangan yang dihadapi Rebecca. Dia mengakui sebagai orang pertama yang gagal mempertahankan nilai-nilai yang diyakininya. Banyak sekali kejadian yang berujung ketakutan sehingga kalah untuk mencoba.(hal 15) 
(Sumber: tokopedia.com)
Seperti melindungi anak terhadap pengaruh luar yang mampu merusak psikologis anak. Sebagai orang tua berusaha untuk membangun kekuatan karakter di dalam diri anak, agar ketika melangkah keluar dari rumah mereka mengetahui bagaimana cara untuk tepat mengambil keputusan saat menuju dunia yang penuh dengan godaan.

Kebiasaan yang seringkali dilupakan oleh keluarga adalah waktu bersama-sama. Kelihatannya sepele, namun kebiasaan bersama untuk berkumpul mampu menjadikan keluarga tetap harmonis. Tidak hanya itu, pentingnya meluangkan waktu untuk berkumpul bersama anak-anak akan berakibat baik. Jika ingin membantu anak-anak agar terhindar dari masalah, maka harus menyediakan waktu.(hal 85)

Kegagalan orang tua ketika mendidik anak adalah kurangnya waktu bersama untuk anak. Dalam kehidupan, pastinya anak akan merindukan sosok orang tua yang akan membimbingnya. Anak yang berhasil di sekolahan biasanya membunyai ibu yang sering mengajak bicara dan mendengarkan mereka, begitu juga ayah yang membuat perbedaan begitu berarti. (hal. 87)

Sebagai orang tua, sering melupakan apa yang diinginkan oleh remajanya. Keinginan mereka melebihi apa pun seperti cinta yang tulus, kata-kata yang bijaksana, dan dukungan dari keluarga. Lingkungan pergaulan tidak akan memberikan pengakuan yang mereka butuhkan-sementara budaya untuk melakukan apa pun yang bisa dilakukan agar menyampaikan hal-hal sebaliknya.

Berbicara kepada anak adalah sesuatu yang penting, tetapi menuangkan perasaan dan mengutarakan visi untuk kehidupan anak-anak secara tertulis menjadi pengingat yang nyata. Bila sesekali meluangkan waktu untuk menuliskan pikiran-pikiran mengenai putra dan putri kita, pasti mereka akan menanggapi dengan serius dan memiliki sesuatu yang bisa mereka genggam di tangan serta akan membacanya dengan berulang-ulang. Besar kemungkinan remaja itu akan menciptakan suatu harta yang ingin disimpan seumur hidup.(hal 127)

Rawannya perkembangan anak pada pertumbuhan laki-laki maupun perempuan memiliki perbedaan yang sangat jauh. Untuk mencintai lawan jenis sudah sebagai kebiasaan awam bagi ABG (anak baru gede) yang baru mengenal lingkungannya. Perkembangan seks semakin merebak dapat terbukti di penelitian ilmiah dan sosiologi yang dilakukan, memperlihatkan kejahatan fisik dan psikologis yang disebabkan oleh wanita-wanita muda mengabaikan kesuciannya.

Ada empat hal yang mengakibatkan terjadinya seksualitas pada diri anak. Pertama, nilai seseorang hanya diperoleh dan perilaku atau daya tarik seksualnya. Kedua, seseorang dinilai berdasarkan ukuran yang dikaitkan dengan keindahan fisiknya. Ketiga, seseorang dijadikan objek seks, yaitu dijadikan alat pelampiasan seksual orang lain. keempat, seksualias yang dipaksakan secara tidak pantas terhadap diri seseorang.(hal 308)

Orang tua sebagai patner terdekat dalam kehidupan, menjadi sumber utama anak untuk melihat sosok orang tua mereka yang sebenarnya. Sebenarnya buku ini mencoba untuk mengaktifkan kembali memori orang tua yang hampir lupa atau hilang.

Kurangnya orang tua saat mendidik anak, harus segera mendapatkan referensi dari buku ini. Permasalahan dan tanggapan sudah dijelaskan secara runtut sebagai jawaban atas kegalauan orang tua dalam menjaga anak-anaknya. 

Judul : 30 Cara dalam 30 Hari Menyelamatkan Keluarga Anda

Penulis : Rebecca Hagelin

Penerbit : Gemilang Pustaka Alvabet

Tahun : Cet 1, November 2015

Halaman : 452 halaman

ISBN : 978-602-71503-5-5

Resensi: Yaumis Salam Pegiat Paradigma Institute Kudus



Google +

Admin sekitar muria

Terima Kasih sudah membaca artikel di SEKITARMURIA.COM silahkan tinggalkan komentar maupun like untuk masukan buat tim redaksi. Kami juga menerima tulisan dari pembaca, dengan cara kirim melalui email kami sekitarmuria@gmail.com jangan lupa share artikel ini.

0 komentar:

Post a Comment