Mengenal Sosok Tamzil, Bupati Baru Kudus (Periode 2018-2023)

Info grafis : Riza/SM


SEKITARMURIA.COM - Pemilihan bupati Kudus untuk periode 2018-2023 telah berarkhir, Pasangan  Tamzil-Hartopo resmi dilantik sebagai Bupati Kudus. Sosok Tamzil sebenarnya sudah tidak asing bagi masyarakat Kudus. Beliau yang bernama lengkap Ir. Mohamad Tamzil Al-Jufri, MT. lahir di Ujung Pandang, 16 Agustus 1961. Beliau memperoleh gelar Ir. Di Universitas Diponegoro (Undip) pada tahun 1987 dan gelar MT di Undip pada tahun 2004.

Gelar Habib


Beliau juga dikenal memiliki gelar Habib yaitu gelar Ahlul Bait, keturunan suci Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wassallam yang memiliki ikatan nasab. Mereka adalah keturunan Fatimah sampai hari kiamat. Berdasarkan catatan dzuriyahnya, beliau adalah bani atau garis anak keturunan dari Umu Fatimah dengan Sayidina Ali sahabat Rasulullah, dilanjutkan kepada Zaein – Muhamad – Mahmud – hingga beliau Mohamad tamzil. Data catatan dzuriyah ini juga bertanda atau bersetempel maqobatul asrof alqubro yaitu majlis yang menjaga dzuriyah nabi yang ada di Indonesia.

Hal tersebut sedikit banyak yang mempengaruhi beliau dekat dengan beberapa kiai mapun habaib di Kudus, seperti KH. Sya’roni Ahmadi dan para Habaib di kudus, Jawa Tengah, maupun di Jakarta. Selain itu, pada masa periode 2003-2008 yang lalu, beliau juga mengadakan selapanan dalam rangka maulidur rasul di simpang 7 kudus, dengan menghadirkan Habib Syech Bin Abdul Qodir As Segaf.

Karir Pemerintahan

Dalam karir di pemerintaran, beliau pernah menjabat sebagai Bupati Kudus periode 2003-2008. Telah banyak perubahan dilaksakan olehnya kala itu, baik dari bidang infrastruktur, olahraga, pertanian, dan juga pendidikan. Gebrakan bantuan beliau lakukan tiap tahunnya diantaranya kepada guru madrasah, GTT, dan PTT.

Namun, dimasa akhir jabatannya, beliau terganjal kasus bloggrent APBN yang di alokasikan di dinas pendidikan berupa bantuan laborat bahasa dengan kesalah administrasi oleh dinas pendidikan. Sehingga, citra beliau beserta pejabat dinas pendidikan harus tercemar kala itu.

Kesalahan laporan administrasi oleh dinas pendidikan juga diakui oleh beliau yang kemudian meminta maaf sebagai pemimpin pemerintahan di Kabupaten kudus. Saat itu, pengadilan Tipikor Semarang memvonisnya hukyuman 22 bulan penjara. Pada desember 2015, beliau dibebaskan dari LP Kedungpane semarang.

Selain menjadi bupati, beliau juga sempat menyalonkan diri sebagai Gubenur Jateng. Namun, saat pemilihan beliau kalah dengan Bibit Waluyo pada tahun 2008. Sedangkan pada tahun ini, beliau sukses menjadi bupati Kudus periode 2018-2023, dengan janjinya saat kampanye yaitu berupa gaji Rp. 1 juta per bulan kepada guru diniyah (Madin). 

Kemudian, beliau juga berencana merenovasi stadion kebanggaan warga Kudus di daerah Wergu Wetan yang saat ini sudah mulai dikerjakan. Bahkan, beliau juga dijuluki sebagai bapak Persiku karena kecintaannya kepada sepakbola Kudus.

Begitulah sekilas biografi sosok bupati baru Kudus 2018-2023. Semoga kabupaten Kudus kedepannya akan semakin maju dan sejahtera. (MFR/SM)

*dikutip dari berbagai sumber

Google +

Admin Sekitar Muria

Terima Kasih sudah membaca artikel di SEKITARMURIA.COM silahkan tinggalkan komentar maupun like untuk masukan buat tim redaksi. Kami juga menerima tulisan dari pembaca, dengan cara kirim melalui email kami sekitarmuria@gmail.com jangan lupa share artikel ini.

1 komentar: