Siapkan Kualitas SDM untuk Hadapi Persaingan Global

Rektor UMK Dr. Suparnyo SH. MS., membaca sambutan tertulis Menristekdikti, Prof. H. Mohamad Nasir Ph.D. Ak.,
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Kendati telah banyak pencapaian yang diraih bangsa Indonesia selama lebih dari tujuh dekade merdeka, namun masih banyak pula tantangan (problem) yang dihadapi. Beragam problem itu mulai dari tingkat lokal, regional, nasional maupun global.

Hal tersebut diungkapkan oleh Rektor Universitas Muria Kudus (UMK), Dr. Suparnyo SH. MS., melalui sambutan tertulis Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir Ph.D. Ak., pada upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Kamis lalu (17/8/2017).

Suparnyo menambahkan, tantangan ke depan yakni meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia agar dapat bersaing dengan SDM Negara lain. “Salah satu tantangan terbesar kita saat ini adalah persoalan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia memiliki tingkat pendidikan rendah dan terkategori tenaga kerja tidak terlatih atau berkeahlian rendah-menengah,” terangnya.

Menurutnya, Kondisi tersebut, tidak sekadar menjadi tantangan di tingkat produktivitas ekonomi, namun juga memengaruhi daya saing di tingkat regional dan global. “Persaingan dalam era globalisasi sangat ditentukan oleh kualitas SDM,” katanya.

Maka dari itu, Kemenristek dikti sudah menetapkan tujuan strategis untuk bersaing dengan tantangan tersebut. “Untuk menjawab berbagai tantangan yang ada, Kemenristekdikti menetapkan tujuan strategis 2019 yang akan dicapai, yaitu meningkatnya relevansi, kuantitas dan kualitas SDM berpendidikan tinggi, serta kemampuan Iptek dan inovasi untuk keunggulan daya saing bangsa,” tegasnya.

Menristekdikti yakin, masih menurut Suparnyo, dengan kerja bersama, tujuan strategis itu bisa dicapai. Salah satunya dengan mulailah dari diri sendiri, lingkungan sekitar, dan dari institusi kita. “Bangun budaya antiplagiasi, budaya keilmuan yang menghasilkan inovasi dan karya bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat, membangun budaya kampus yang bersih, antikorupsi, antinarkoba, dan bebas dari paham radikalisme, membangun kesantunan, memperteguh jiwa Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila,” tandasnya. (Rosidi/Wafa/SM)
Google +

Admin Sekitar Muria

Terima Kasih sudah membaca artikel di SEKITARMURIA.COM silahkan tinggalkan komentar maupun like untuk masukan buat tim redaksi. Kami juga menerima tulisan dari pembaca, dengan cara kirim melalui email kami sekitarmuria@gmail.com jangan lupa share artikel ini.

0 komentar:

Post a Comment