Hebat, Mahasiswa KKN Tematik Undip Sulap Limbah Sayur Jadi Starter Bioalami

Mahasiswa KKN Tematik Undip Semarang menunjukkan hasil temuannya
SEKITARMURIA.COM, KUDUS – Masalah penimbunan sampah organik yang tidak diolah secara baik yang terjadi di dukuh Pacikaran, Desa Lau Dawe Kudus, membuat Para mahasiswa KKN Tematik Undip tergugah untuk berinovasi membuat Efefective Microorganisem (EM4) alami yang berasal dari limbah sayur dan buah.

Ide tersebut muncul karena mereka merasa prihatin melihat sebagian besar masyarakat dukuh Paciran yang bermata pencahariaan sebagai petani sayur hanya memanfaatkan limbah tersebut untuk pakan ternak tanpa melalui proses pengolahan.

Fadilla Riskiana (21) salah satu mahasiswa KKN tematik Undip Semarang yang membuat Inovasi tersebut mengatakan bahwa, inovasi tersebut semata-mata untuk membantu masyarakat agar bisa memanfaatkan limbah sayur dengan baik. 

“Limbah sayur menimbun dan tidak termanfaatkan mendorong kita untuk berinovasi, sehingga memiliki nilai jual lebih agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar mahasiswa jurusan Peteranakan Undip Semarang ini pada jumuah sore (28/07/2017). 

Lebih lanjut Ana menjelaskan, Efefective Microorganisem (EM4) alami yang dibuatnya tersebut berasal dari limbah sayur, seperti kacang panjang, kol, kankung, dan kulit nanas. “Limbah sayur diolah dengan cara dipotong menjadi kecil-kecil lalu dicampur hingga merata dan ditambahkan air cucian beras dan air kelapa,” paparnya.

Adapun proses fermetasi yang dilakukan memerlukan waktu hingga tujuh hari. Setelah itu, maka aroma yang dihasilkan khas fermentasi. “Pembuatan Efefective Microorganisem (EM4) buah dibuat dengan cara mengekstrak satu buah nanas berukuran sedang dan ditambahkan dengan air kelapa serta tetes tebu. Proses fermentasi buah nanas memerlukan waktu selama 14 hari,” tambahnya.

Ana menambahkan, Produk Efefective Microorganisem (EM4) alami yang dihasilkan relatif lebih aman dan memiliki volume yang cukup banyak, mengingat EM4 yang dihasilkan masih berupa starter utama (induk). 

Sementara itu, Syaiful Huda, salah satu mahasiswa Peternakan Undip Semarang yang ikut membuat inovasi tersebut mengatakan, Efefective Microorganisem (EM4) yang dihasilkan memiliki manfaat yang baik bagi masyarakat sekitar. “Selain aman digunakan dalam jangka waktu yang panjang, Em4 yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan,” terangnya.

Huda berharap hasil temuannya dan teman-temannya tersebut nantinya bakal bermanfaat bagi masyarakat. “Pembuatan EM4 alami seperti ini diharapkan dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyakarat Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus,” pungkasnya. (WA/SM)
Google +

Admin Sekitar Muria

Terima Kasih sudah membaca artikel di SEKITARMURIA.COM silahkan tinggalkan komentar maupun like untuk masukan buat tim redaksi. Kami juga menerima tulisan dari pembaca, dengan cara kirim melalui email kami sekitarmuria@gmail.com jangan lupa share artikel ini.

0 komentar:

Post a Comment